4 Tips dalam Menghemat Biaya Energi di Pergudangan / Pusat Distribusi

0
658

4 Tips dalam Menghemat Biaya Energi di Pergudangan / Pusat Distribusi – Seiring berkembangnya teknologi, konsumsi energi dapat diminimalisir untuk meningkatkan efisiensi dan menghemat cost, khususnya dalam fasilitas pergudangan Anda. Untuk itu,  pada artikel kali ini klikMRO akan memberikan 4 tips untuk mengurangi biaya penggunaan energi di fasilitas warehouse Anda:

1. Gunakan Pencahayaan Hemat Energi
Pencahayaan hemat energi dapat mempengaruhi biaya listrik pada fasilitas secara drastis. Cukup dengan mengganti pencahayaan konvensional dengan lampu hemat energi yang dapat mengurangi tagihan biaya listrik pencahayaan hingga 50 persen. Bergantung pada penggunaan energi saat ini, Anda juga dapat mengkalkulasikan ROI (Return on Investment) terkait biaya awal yang diperlukan untuk penggantian lampu, disesuaikan dengan jumlah energi yang dikurangi untuk beberapa tahun kedepan.

Operator fasilitas gudang tentunya memiliki beberapa opsi terkait produk pencahayaan hemat energi, salah satunya yakni lampu fluorescent. Namun terdapat kekurangan dari lampu ini, yakni waktu pemanasannya. Hal ini dapat menjadi kendala terutama apabila digunakan di fasilitas yang berpendingin AC ataupun cold storage. Dari segi penghematan energi, jenis lampu fluoresen ini dapat menurunkan penggunaan energi hingga 80 persen apabila dibandingkan dengan lampu bohlam biasa.

Alat Teknik lengkap

Selanjutnya terdapat lampu jenis HID (High Intensity Discharge) yang merupakan lampu seperti halida logam sehingga memerlukan waktu untuk pemanasan. Kelemahannya adalah lampu jenis ini tidak boleh sering dimatikan dan dinyalakan dalam waktu dekat, karena beresiko merusak komponen energy discharge di dalamnya. Namun, dari penggunaan energinya lampu HID telah dikenal dalam meningkatkan efisiensi pencahayaan selama beberapa dekade terakhir, serta mengalami perkembangan yang cukup pesat pula. Sebagai contoh lampu bohlam HID 360 watt saat ini dapat menghasilkan cahaya sebesar lampu HID 500 watt dari 10 tahun lalu.

Yang terakhir adalah lampu LED, yang merupakan salah satu jenis lampu yang populer dalam menghemat biaya energi di fasilitas Anda. Jenis lampu LED merupakan yang paling hemat energi yang tersedia di pasaran, bahkan di dunia. Mereka tidak membutuhkan waktu pemasanan untuk mencapai tingkat kecerahan penuh, juga tidak menghasilkan panas. Namun kekurangannya adalah biaya inisial yang cenderung tinggi. Untuk itu, pengaturan strategi dalam pemilihan jenis lampu perlu diterapkan, seperti menggunakan lampu LED di area berpendingin AC dan cold storage, serta penggunaan lampu fluorescent di beberapa bagian lain fasilitas.

Selain itu, untuk memaksimalkan investasi serta meningkatkan teknologi pada fasilitas Anda, penyematan sensor merupakan hal yang kini sudah banyak dilakukan. Nantinya peletakkan sensor pada suatu area dapat mematikan dan menyalakan lampu berdasarkan gerakan / motion dari traffic pekerja yang melewati area tersebut. Penyematan sensor ini juga dapat mengurangi jumlah penggunaan energi karena lampu tidak nyala secara terus menerus. Lampu sensor ini umumnya bekerja dengan jenis lampu LED ataupun lampu neon.

2. Atur Ventilasi
Di sebagian besar pusat distribusi, penggunaan energi paling banyak digunakan untuk alat pengendalian suhu ruangan, seperti HVAC. Dengan menyediakan ventilasi yang cukup pada area tertentu yang tidak memerlukan suhu dingin, maka suhu dapat terjaga sehingga tidak gerah dan pengap. Alternatif lainnya adalah dengan menyediakan beberapa kipas  angin yang diletakkan di beberapa titik area, ataupun kipas sentral yang berukuran lebih besar. Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu dan tingkat kelembapan di fasilitas gudang agar lebih stabil, sehingga tidak merusak komponen palet kayu, ataupun material barang lainnya khususnya yang disimpan terlalu lama.

4 Tips dalam Menghemat Biaya Energi di Pergudangan / Pusat Distribusi – Pengaturan sistem HVAC yang baik akan menjaga suhu ruangan tetap sejuk tanpa mengonsumsi energi berlebihan

Begitu pula sebaliknya ketika hujan datang, tutuplah ventilasi udara agar udara dalam ruangan tidak terlalu lembap. Tingkat kelembapan yang optimal adalah udara tidak terlalu kering, ataupun tidak terlalu lembap sehingga berpotensi menyebabkan karat pada komponen logam, seperti rak besi, konveyor, palet besi, dan lainnya. Gunakan alat pengukur kelembapan udara serta mesin dehumidifier apabila udara sudah terlalu lembap.

Pahami Ini Dulu Sebelum Mengganti Sistem HVAC

3. Tutup Pintu
Pintu yang selalu terbuka memungkinkan udara luar merembes masuk ke seluruh pusat distribusi. Udara luar yang dimaksud belum tentu semuanya bersih, sehingga bisa berpotensi mengandung debu, kotoran, serta polusi lainnya khususnya dari asap kendaraan operasional. Jaga agar pintu tetap tertutup sebisa mungkin untuk menjaga kualitas udara indoor tetap optimal. Untuk memulainya, gunakan pintu denan engsel berkecepatan tinggi yang dapat membuka dan menutup lebih cepat, sehingga lebih sedikit udara yang berpotensi masuk ke dalam area fasilitas.

Khusus bagi fasilitas gudang yang membutuhkan pintu selalu terbuka, maka operator gudang dapat mengaplikasikan sistem insulasi yang tepat. Insulasi ini dapat diterapkan ke setiap sisi fasilitas seperti dinding, langit-langit, maupun akses pintu. Ruangan yang terisolasi dengan baik akan membantu menjaga suhu tetap stabil. Saat pintu ditutup, isolasi ini akan menghalangi perpindahan panas ke dalam atau ke luar area gudang, sehingga kualitas dan suhu udara fasilitas tetap terjaga.

4. Gunakan Solusi yang Lebih Ramah Lingkungan
Peralatan yang ramah lingkungan beroperasi secara lebih efisien daripada unit peralatan standar. Saat hendak mengaplikasikan peralatan go green pada fasilitas Anda, pilihlah unit-unit yang lebih hemat energi. Sekarang ini, sudah banyak model unit AC, konveyor, layar LED, dan lainnya yang memberikan kinerja yang sama untuk penggunaan energi yang lebih rendah.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan memasang kontrol otomatis untuk mematikan lampu dan mengatur thermostat saat fasilitas kosong. Perangkat ini menghilangkan resiko human error seperti lupa mematikan lampu, AC, dan mesin lainnya ketika fasilitas sedang tutup, ataupun sepi. Saat mengatur suhu, atur thermostat AC satu atau dua derajat lebih tinggi dari biasanya, karena untuk setiap kenaikan 1 derajat celcius pada thermostat, maka Anda telah melakukan penghematan energi sebesar 1 hingga 3 persen.

5. Material Atap
Atap dari suatu pusat distribusi atau fasilitas gudang dapat berdampak besar pada suhu di dalamnya. Untuk itu, dalam pemilihan material atap, perhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi suhu dalam ruangan. Gunakan material yang dapat memantulkan radiasi matahari, karena dengan semakin banyak radiasi yang dipantulkan, maka otomatis suhu fasilitas gudang tidak cepat memanas.

Biaya energi fasilitas sepenuhnya dapat dikontrol, tidak hanya melalui ketersediaan alat yang hemat energi, melainkan dari perilaku karyawan maupun manajemen gudang itu sendiri. Untuk itu, peran konsistensi sangatlah penting dalam menciptakan suasana kerja yang nyaman dan bersih.

klikMRO menyediakan berbagai peralatan bagi Anda yang hendak berinvestasi pada produk ramah lingkungan dan hemat energi, dimulai dari sistem penerangan hemat energi, peralatan material handling berkualitas, hingga barang MRO lainnya sesuai kebutuhan warehousing Anda.